Postingan

Romantika Anak Khatulistiwa

Cinta sepasang kekasih yang disebutnya ayah dan ibu. Dan ia ada. Dan tumbuh dewasa. Berjalan diantara ruas bendera merah-putih. Di mintanya hanya waktu. Biar merah-putih membentang kian lebar manghalau debu-debu dari warna-warni asing yang gamang sebagai pelangi dunia. Ia, bukan merah ataupun putih. Ia, hanya seutas benang yang hidup ditangan ibu Fatmawati. Merah yang memudar menjadi merah muda, warna asmara kerap dekat merayu. Tapi ia hidup ditangan ibu Fatmawati. Putih yang mengumal menjadi warna sore dan pagi. Mendetakkan saat tiba dan berlalunya malam. Di waktu siang, cinta baginya masih jauh didepan. Jejak benang itu menari, meliuk-liuk dijalan, lukisan tangan ibu Fatmawati. Berikan ia waktu, berikan saja waktu baginya membentangkan sakanya merah-putih.

Sajak : Barangkali Semesta

Siapa yang mengeramatkan kata ? Hingga penulis itu, penanya berbaring disamping buku baru yang berdebu Siapa yang mengeramatkan kata ? Hingga oleh sebab pertanyaan ini Maka penulis itu, berhenti menjadi harimau Siapa yang mengilhami diam ? Barangkali semesta yang selalu ramai suara namun tak pernah mengenal ribut

Sajak : Debu Kepada Bulan

Bulan menipu matanya Dia yang : Mencintai bulan dengan perasaan yang membatu Maka cakrawala dicari pada tiap tepian pagi Sampai menemui batas bumi dan masuk menemui kehampaan tanpa batas

Masa Biru Fajar

Di Suatu Satu Waktu Hening di tepi sungai pagi hari. Burung-burung bernyanyi menyandingkan suara dengan gemerisik air. Palumat ranting pepohonan mengucapkan wangi dedaunan hijau pada udara. Pria itu di atas batu. Sedang mengamati lekuk arus air. Sedang berusaha menyembuhkan jiwa laranya dengan menerjunkan diri ke dalam rangkulan alam. Jauh dari polusi dan gerutu suara kendaraan. Sementara itu... Di Kota.... Banyak intel awam menyebar dan mencoba berkamuflase sebisa mereka. Ada yang sering datang ke tempat duduk di pinggir jalan itu dengan sembari menaruh HP di telinganya dan berbicara entah dengan siapa. Ada yang sering menahan rasa pusing kepala karena harus memakai kacamata berlensa itu sambil berjalan pelan dan membaca buku dengan tertunduk tanpa sadar covernya terbalik. Ada yang libur mengunjungi tempat laundry demi menabung bau keringat pada pakaian-pakaiannya yang membuatnya dapat terlihat sedikit gila. Ada sering mengunjungi kafe tempat kerja seorang wanita yang pernah sangat di...

Misteri Kecil Asmara

Ikan Mas Serigala Duduk di dekat kolam malam hari. Sedang mengamati sinar bulan di kolam. Ikan-ikan mas seperti serigala yang megap-megap menerobos batas atas air demi berharap mengecup bulan. Pria yang malas mandi itu sedang asyik menebak nama-nama band yang sedang tampil di halaman sebelah. Pop..pop.. Suara megap seekor ikan mas yang baru saja menangkap kembang pucat bougenvile yang diterbangkan angin malam. Sementara itu mengema sebuah suara merdu milik seorang wanita entah siapa. "Ahh..." spontan pria itu bersuara dengan ekspresi wajah penasaran. Di datanginya lokasi konser itu dengan ekspresi kekaguman paling jujur diantara anak-anak muda yang tampak santai mendengar suara indah itu. "Ahh... Pok..pok..pok.." suara mulut dan tepukan tangannya dan sambil tersenyum lebar usai lagu itu selesai dinyanyikan wanita itu. Akhirnya tanpa sadar pria itu telah berhasil menerobos rasa malunya yang luar biasa karena biasanya ia jarang terlihat dikeramaian. Akhirnya juga ia d...

Jalan-Jalan Setapak

Siang sepi pada pelukan matahari. Udara dan debu bermain-menari di halaman. Para tukang becak mengantuk di pinggir jalan, sesekali dikagetkan suara motor yang melintas. Hari minggu itu membangun pria berdahi mengkilap pada pukul 11:00. Di pelataran kios itu akhirnya ia melamun lagi setelah selesai mandi. Dipajangya tatapan kosong pada wajahnya sembari mengepulkan asap rokok perlahan-lahan ke angkasa lewat depan mukaya. Rupanya ia tengah memanggang kenangan kelam beberapa hari lalu yang melekat erat tak lepas dari ingataannya telah lima hari itu. Sebelah tangannya memutar-memaikan sebuah handphone nokia senter. Bruummm… bbrruummmm…. ( suara Kawasaki dari ujung lorong mendekat ) para tukang becak kaget lagi. Ada yang langsung melompat sambil meneriakkan makian. Motor itu berhenti di kios tempat lelaki kesiangan itu duduk melamun. Seorang pria berjaket hitam turun dari motor lalu mengecup kening seorang wanita cantik yang tetap di atas motor. “Selamat siang bro. bagaimana kabarmu sekarang...

Puisi Batu

Puisi batu menggenggam tanaman kecil yang diantara lumut-lumut Dan ada yang tersadar, Telah lama begitu lama sajak-sajak itu terlantar di segala musim.

Bulan Biru

Bulan biru di telaga sunyi Sinar putih di angkasa Langit biru di telaga Malam menyediakan sunyi 'Waktu' mengerami pepohonan Bayangan membaca titik-titik debu Bayangan membaca titik-titik debu yang terbang ke bulan biru tengah telaga