Jalan-Jalan Setapak
Siang sepi pada pelukan matahari. Udara dan debu bermain-menari di halaman. Para tukang becak mengantuk di pinggir jalan, sesekali dikagetkan suara motor yang melintas.
Hari minggu itu membangun pria berdahi mengkilap pada pukul 11:00. Di pelataran kios itu akhirnya ia melamun lagi setelah selesai mandi. Dipajangya tatapan kosong pada wajahnya sembari mengepulkan asap rokok perlahan-lahan ke angkasa lewat depan mukaya. Rupanya ia tengah memanggang kenangan kelam beberapa hari lalu yang melekat erat tak lepas dari ingataannya telah lima hari itu.
Sebelah tangannya memutar-memaikan sebuah handphone nokia senter.
Bruummm… bbrruummmm…. ( suara Kawasaki dari ujung lorong mendekat ) para tukang becak kaget lagi. Ada yang langsung melompat sambil meneriakkan makian. Motor itu berhenti di kios tempat lelaki kesiangan itu duduk melamun. Seorang pria berjaket hitam turun dari motor lalu mengecup kening seorang wanita cantik yang tetap di atas motor. “Selamat siang bro. bagaimana kabarmu sekarang. Kok sendirian ? hahaha.” Sapa pengendara motor itu sambil mengejek lelaki itu. Lelaki itu diam saja, tak menggubris perkataan pembalap amatiran itu. Wanita itu tertunduk malu memandangi lelaki tanpa ekspresi itu. “Ini bro ambil saja.”pembalap itu menyodorkan sebungkus rokok kepada lelaki tanpa ekspresi itu setelah keluar dari dalam kios. Tak digubris lagi oleh lelaki tanpa ekspresi. Pembalap itu langsung menaiki motornya dan terus melaju pergi bersama wanita cantik itu.
Senja tiba melukis sepia di angkasa. Burung-burug terbang pulang rumah menghapus lamunan lelaki tanpa ekspresi itu di angkasa. Ia terbangun dari lamunan sambil tersenyum dan mengangguk-angguk lalu berjalan menghampiri seorang tukang becak yang juga baru saja bangun tidur karena sepi penumpang. Disodorkannya HP nokia senter itu kepada tukang becak itu sambil berkata, “ini pak. Saya kasih. Untuk bapak saja.” “Oh terima kasih mas.”
Malam menutup rupa-rupa jalanan. Menarik langkah kaki lelaki tanpa ekspresi menuju kosnya. Detik-detik menumpuk menjadi menit-menit yang menarik sebuah jam panjang penuh keheningan di kos. Sementara di jalanan para tukang becak sibuk mengantar pulang-pergi para pengunjung pasar senja. Lalu, kkriiingg….. kkkriiingg….. HP nokia bergetar dan berbunyi di saku baju bapak tukang becak. Di angkat dan digenggamnya tanpa menekan tombol apapun. “Halo..???.. halo…” dua buah sms baru saja masuk.
Malam semakin larut. Perut bapak tukang becak yang lapar membuatnya pulang ke rumah. Sesampainya di sana, “ini nak”. Ucapnya sambil menyodorkan HP nokia senter itu kepada anak lelakinya yang sudah satu jam berada di depan cermin itu. “Tadi ada orang baik di jalan tempat bapak biasa mangkal.” Di terimanya HP nokia senter itu. Dua buah sms dan lima panggilan tak terjawab menghiasi layar kecil nokia senter itu. Di bacanya dua buah sms itu dengan penuh rasa penasaran dan raut wajah penuh harapan. SMS 1 : “mas. Aku minta maaf ya. Sebenarnya saat ini aku sedang menyesal karena sudah naik motor pembalap itu."
SMS 2 : “mas. Besok temui aku di tempat biasa ya.”
Di balasnya kedua sms itu dengan penuh semangat. "Iya Iya. Saya memaafkanmu sayang. Besok akan saya bawakan kamu bunga mawar teerindah dan terharum."
SMS balasan masuk : "???? Oke..? Iya.. mas.."
Sementara itu lelaki tanpa ekspresi sedang asyik merokok di kamar kosnya sambil menyeruput kopi buatan sendiri.
Komentar
Posting Komentar