Misteri Kecil Asmara
Ikan Mas Serigala
Duduk di dekat kolam malam hari. Sedang mengamati sinar bulan di kolam. Ikan-ikan mas seperti serigala yang megap-megap menerobos batas atas air demi berharap mengecup bulan.
Pria yang malas mandi itu sedang asyik menebak nama-nama band yang sedang tampil di halaman sebelah.
Pop..pop.. Suara megap seekor ikan mas yang baru saja menangkap kembang pucat bougenvile yang diterbangkan angin malam.
Sementara itu mengema sebuah suara merdu milik seorang wanita entah siapa.
"Ahh..." spontan pria itu bersuara dengan ekspresi wajah penasaran.
Di datanginya lokasi konser itu dengan ekspresi kekaguman paling jujur diantara anak-anak muda yang tampak santai mendengar suara indah itu.
"Ahh... Pok..pok..pok.." suara mulut dan tepukan tangannya dan sambil tersenyum lebar usai lagu itu selesai dinyanyikan wanita itu.
Akhirnya tanpa sadar pria itu telah berhasil menerobos rasa malunya yang luar biasa karena biasanya ia jarang terlihat dikeramaian.
Akhirnya juga ia ditangkap rasa terkejutnya setelah sadar diperhatikan sekalian hadirin dikonser itu termasuk wanita yang baru dikaguminya karena suara merdunya.
Ia terus mengasingkan diri lagi. Menjeguk kolam dan ikan-ikan mas yang tak henti-hentinya berharap bisa mengecup bulan.
Jejak Bulan
Acara konser selesai pada pukul 10:00 pm. Pria itu tak bermaksud berjalan terlambat keluar dari dari gerbang kampus. Ia memang terkenal pemalu.
Sampai di dekat pintu keluar terdengar suara motor ramai milik sebuah rombongan kecil. Di antara mereka wanita itu mengendarai motor sendiri. Di pandanginya lama-lama. "Mari mas." ucap wanita itu sambil tersenyum dan melajukan motornya.
Pria itu kemudian mengisi sisa malamnya dengan lamunan yang berisi gema suara merdu dan lagu itu dan wajah cantik wanita itu.
Menatap Pagi
Beberapa hari telah berlalu. Pria itu masih sibuk mengisi otaknya dengan pertanyaan, "siapa nama wanita itu ya ? Ah.. Seandainya.."
Lamunan siangnya buyar oleh suara bisikan beberapa wanita-wanita yang berjalan di sampingnya menuju gazebo itu. "Namanya Bulan. Vokalis itu kan ? Dia mendapat IPK tertinggi semester lalu." jawab seorang wanita kepada wanita lain yang juga merasa kagum dengan suara Bulan. Pria itu mengangguk-angguk kecil sambil tersenyum. Langsung dicarinya nama itu dalam semua sosial media.
Singkatnya mereka akhirnya bisa berkenalan dan saling tukar-balas chat dalam sebuah sosial media. Masa itu membuat pria itu jadi rajin mandi meski tetap tak suka memakai parfum.
Menunggu Bulan Di Cakrawala
Hari-hari berganti. Pria itu kian banyak mengisi dadanya dengan harapan bersama wanita pujaannya.
Waktu bertenu tiba. Di bawakannya sebuah sajak cinta. Kado kecil buat wanita itu. Sepia senja menghamburkan kicauan burung di udara. Tunggunya wanita itu di taman itu.
Sesaat sebelum lampu-lampu taman menyala, datang wanita itu dari sudut halaman, sedang bercengkerama dengan seorang pria tampan anggota band terkenal. Mereka mendekat dan, "selamat sore mas. Maaf agak sedikit terlambat. Kenalkan ini pacar saya. Mas ini teman saya yang sering melucu di cahtingan." jelas wanita itu membuat pria itu merasa kaget dan ingin malas mandi lagi. "Oh iya mas. Salam kenal ya. Saya temannya Bulan." jawabnya dengan perasaan malu dan sedikit salah tingkah. Rasa malunya kambuh lagi. Selang beberapa saat mereka duduk bercerita, lelaki itu pamit pergi meninggalkan Bulan dan kekasihnya di taman itu.
Komentar
Posting Komentar