Sajak : Reda Bulan Juli

Catatan : sajak ini dibuat dengan rasa segenap rasa dukaku hari ini atas keberpulangan Beliau.
Bukan ku rayakan rasa duka ini, tapi aku ingin dunia tau bahwa aku berduka atas kepergian Bapak Sapardi. Aku berduka dalam sajak ini.

Untuk idolaku Pak Sapardi Djoko

Hujan bulan juni mencipta reda bulan juli. Dan kau pelangi, raib dengan lembut dalam panggilan cahaya.

Rindang sajakmu pada lara yang memayungi asa
Kalimat-kalimat kami masihlah udara panas yang rindu menemui mata hatimu,
Atau senang sekedar berandai kau memahami wangi sajak-sajak siang.

Tapi reda bulan juli mengheningkan segala cipta, merenungkan segala kata.
Dan dikau ku yakini ada dalam hening di antara butir cahaya angkasa itu.
Ku sebut itu surga di depan lilin hati.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosa : Jalan Baru

Misteri Kecil Asmara