Prosa : Pintu Sajak

18 Juni 2020

Pintu Sajak

Di luar banyak polusi : debu-debu tak terlihat yang meracuni udara, kata-kata api yang membakar isi dada, isyarat-isyarat suara yang membuatku bertanya dan menelaah arti kata gila dan normal.
Pikirku, mesti ku padamkan gema kata-kata yang api agar tak ikut terbakar. Harus ku erami isyarat suara-suara yang ambigu agar tak merasa bingung.
Tapi, kepada apa ? : dengan apa ? dan kemana ?
Untaian pertanyaan ini disahutkan keheningan panjang. Keheningan panjang yang berbicara kepada rasa sadarku dengan mengatakan : “akulah jawabannya.”
Ku rasakan ada pintu sajak pada keheningan. Keheningan mengisahkan bahwa isinya adalah keheningan itu sendiri yang berperan sebagai udara yang memeluk semesta kata. Di angkasanya adalah langit warna-warni yang menampakkan berkas-berkas ingatan akan kenyataan-kenyataan sebagai bahan penghayatan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prosa : Jalan Baru

Misteri Kecil Asmara