Postingan

Jalan-Jalan Setapak

Siang sepi pada pelukan matahari. Udara dan debu bermain-menari di halaman. Para tukang becak mengantuk di pinggir jalan, sesekali dikagetkan suara motor yang melintas. Hari minggu itu membangun pria berdahi mengkilap pada pukul 11:00. Di pelataran kios itu akhirnya ia melamun lagi setelah selesai mandi. Dipajangya tatapan kosong pada wajahnya sembari mengepulkan asap rokok perlahan-lahan ke angkasa lewat depan mukaya. Rupanya ia tengah memanggang kenangan kelam beberapa hari lalu yang melekat erat tak lepas dari ingataannya telah lima hari itu. Sebelah tangannya memutar-memaikan sebuah handphone nokia senter. Bruummm… bbrruummmm…. ( suara Kawasaki dari ujung lorong mendekat ) para tukang becak kaget lagi. Ada yang langsung melompat sambil meneriakkan makian. Motor itu berhenti di kios tempat lelaki kesiangan itu duduk melamun. Seorang pria berjaket hitam turun dari motor lalu mengecup kening seorang wanita cantik yang tetap di atas motor. “Selamat siang bro. bagaimana kabarmu sekarang...

Puisi Batu

Puisi batu menggenggam tanaman kecil yang diantara lumut-lumut Dan ada yang tersadar, Telah lama begitu lama sajak-sajak itu terlantar di segala musim.

Bulan Biru

Bulan biru di telaga sunyi Sinar putih di angkasa Langit biru di telaga Malam menyediakan sunyi 'Waktu' mengerami pepohonan Bayangan membaca titik-titik debu Bayangan membaca titik-titik debu yang terbang ke bulan biru tengah telaga

Sajak-Sajak Kelabu

23 Juni 2020 Sajak-Sajak Kelabu Sajak-sajak setelah mendung itu tiba adalah citra kelabu Tentang udara dingin yang hanya mendengar nama-nama asing Dan tentang bayangan palsu yang gemar mencemarkan kisah hidup Sajak-sajak yang setelah mendung itu tiba adalah untaian citra kelabu Yang menymbunyikan matahari terhadap jalan-jalan mimpi Tak ada perihal keindahan pada sajak-sajak setelah mendung itu tiba Namun dalam kaca mata lain, keindahan mungkin tersirat dalam keabua-abuan itu Keindahan yang tidak tentang romansa, reuni para sahabat, dan atau cinta pada pandangan pertama dan yang kesekian kalinya Meskipun sajak-sajak ini bukanah surat-surat pribadi kepada matamu, tapi kau mungkin akan sedikit bertambah dewasa setelah membaca potret-potret kelabu itu

Opini : Perihal Kemayaan

     Kemayaan tak pernah ingin disentuh oleh makhluk sosial. Kemayaan adalah hasil penciptaan imajinasi makhluk individu yang diterima oleh para makhluk sosial dalam keindividuan mereka masing-masing sebagai suatu inovasi yang baik untuk menghadapi masa-masa depan.       Dari pernyataan-pernyataan tersebut di atas, tersirat gambaran kelemahan dari makhluk sosial dalam menghadapi jaman. Makhluk sosial menjadi memudar citranya dalam kehidupan nyata sehari-hari juga disebabkan oleh pengaruh dasar ini. Akhirnya seiring berjalannya waktu, banyak penyimpangan dan hal-hal terkait sifat yang berakibat negatif dalam lingkup citra manusia sebagai makhluk sosial.      Di lihat dari segi etimologi maupun dari gambaran-gambaran di atas, dapat disimpulkan bahwa kemayaan adalah sesuatu yang tak mengikat dan tak terikat pada manusia. Kemayaan adalah sesuatu yang dapat dikunjungi dan ditinggalkan kapan saja oleh makhluk sosial yang sedang ingin menjadi makhlu...

Melarang Sajak

Tidak bergetar sajak memerihkan waktu Tidak mendesak sajak di udara berdebu Yang membariskan abjab-abjad itu Adalah pengingat baik pemandangan gurun          22 Juni 2020

Abstraksi Warna

Ada yang tertidur di bawah pohon Tiada mimpi tertulis di hembusan napas Raib dari hasrat api para pelintas ruang Ada yang tertidur di bawah pohon mengacuhkan terik surya                 22 Juni 2020

Sajak : Dari Awal Kepada Akhir

Daun jatuh mengingat bumi Melapuk menjadi tanah Ada yang baru kembali dari jalan-jalan jauh Berteduh di bawah pohon