Jalan-Jalan Setapak
Siang sepi pada pelukan matahari. Udara dan debu bermain-menari di halaman. Para tukang becak mengantuk di pinggir jalan, sesekali dikagetkan suara motor yang melintas. Hari minggu itu membangun pria berdahi mengkilap pada pukul 11:00. Di pelataran kios itu akhirnya ia melamun lagi setelah selesai mandi. Dipajangya tatapan kosong pada wajahnya sembari mengepulkan asap rokok perlahan-lahan ke angkasa lewat depan mukaya. Rupanya ia tengah memanggang kenangan kelam beberapa hari lalu yang melekat erat tak lepas dari ingataannya telah lima hari itu. Sebelah tangannya memutar-memaikan sebuah handphone nokia senter. Bruummm… bbrruummmm…. ( suara Kawasaki dari ujung lorong mendekat ) para tukang becak kaget lagi. Ada yang langsung melompat sambil meneriakkan makian. Motor itu berhenti di kios tempat lelaki kesiangan itu duduk melamun. Seorang pria berjaket hitam turun dari motor lalu mengecup kening seorang wanita cantik yang tetap di atas motor. “Selamat siang bro. bagaimana kabarmu sekarang...